Pengalaman Pahit di Masa SD: Kepala Saya Pernah Terlindas Motor dan Selamat dengan Kuasa Allah | by A Rahmat Faisal | Sep, 2025

Awal Sebuah Kenangan yang Tak Pernah Hilang
Setiap orang memiliki pengalaman masa kecil yang sulit dilupakan. Ada yang penuh tawa bahagia, ada juga yang meninggalkan bekas luka di hati maupun fisik. Saya pun punya pengalaman yang hingga kini, lebih dari 20 tahun berlalu, masih membekas jelas dalam ingatan. Sebuah pengalaman yang membuat saya sadar bahwa kasih sayang Allah begitu besar kepada saya, hingga saya masih diberi kesempatan hidup.
Peristiwa itu terjadi ketika saya masih duduk di kelas 4 SD. Usia saya saat itu masih belia, penuh rasa ingin tahu, dan jujur saja, terkadang terlalu bandel. Dari sinilah sebuah kisah penuh luka, sekaligus mukjizat, dimulai.
Keinginan Bermain ke Rumah Teman
Hari itu saya dan saudara sepupu berencana pergi ke rumah seorang teman sekelas bernama Andika. Lokasinya sebenarnya tidak jauh dari rumah nenek tempat saya tinggal. Namun, ini adalah kali pertama saya hendak bermain ke rumah Andika.
Di usia itu, keinginan untuk berkumpul dan bermain dengan teman selalu terasa sangat menyenangkan. Saya masih ingat dengan jelas, wajah polos penuh semangat ketika berjalan menuju rumah Andika. Tidak ada yang menyangka, perjalanan singkat ini justru akan menjadi salah satu pengalaman paling mengerikan dalam hidup saya.
Awal Mula Kejadian: Motor yang Melintas
Ketika hampir sampai di rumah Andika, sebuah motor melintas. Motor itu dikendarai seorang bapak berbadan gemuk, mengenakan seragam seperti anggota. Naluri usil seorang anak SD dalam diri saya tiba-tiba muncul.
Saya spontan memegang handle belakang motor itu. Awalnya hanya iseng, sebuah kebandelan polos anak kecil yang belum tahu bahaya. Namun, justru dari situ malapetaka dimulai.
Pengendara motor sempat menoleh, lalu memarahi saya. Tapi karena bandel, saya tetap menempel di belakangnya. Mungkin karena kesal, bapak itu justru menambah kecepatan. Saya yang tidak siap, terseret dan akhirnya terlempar ke depan motor.
Detik Mengerikan: Kepala Saya Terlindas Motor
Yang terjadi selanjutnya benar-benar seperti film yang diperlambat. Tubuh saya terjatuh ke jalan, lalu ban motor melindas tubuh saya, tepat mengenai kepala saya.
Bayangkan, seorang anak SD dengan kepala kecil dan rapuh, terlindas motor oleh orang dewasa berbadan besar. Secara logika, seharusnya kepala saya mengalami luka parah, retak, bahkan bisa saja saya kehilangan nyawa saat itu juga.
Namun yang luar biasa, Allah masih melindungi saya. Saya tidak mengalami gegar otak, tidak retak, hanya luka memar dan robekan kecil di lengan. Hingga kini saya masih bertanya-tanya, bagaimana mungkin saya bisa selamat? Tidak ada jawaban selain itu adalah pertolongan langsung dari Allah SWT.
Sikap Pengendara: Pergi Begitu Saja
Alih-alih berhenti untuk menolong, pengendara motor itu hanya menoleh sebentar. Lalu ia langsung mengebut dan pergi, meninggalkan saya yang tergeletak kesakitan di jalan.
Saya masih ingat jelas rasa sakit perih yang menjalar di seluruh tubuh. Meski begitu, saya berusaha tegar. Saya tidak menangis, saya tidak menjerit, saya hanya bangkit perlahan dan memutuskan untuk pulang ke rumah nenek.
Pulang dengan Luka dan Rasa Sakit
Perjalanan pulang terasa sangat panjang. Setiap langkah penuh rasa perih. Saya ingin sekali menangis, tapi entah mengapa saya memilih menahannya. Saya ingin terlihat kuat meski tubuh saya dipenuhi luka.
Sesampainya di rumah, bibi saya, Bi Sumi, melihat kondisi saya. Beliau langsung panik, lalu segera mengobati luka-luka saya dengan penuh kasih sayang. Meski sederhana, perhatian itu sangat berarti, membuat saya merasa tidak sendirian menghadapi rasa sakit.
Hikmah yang Saya Petik
Kini, setelah lebih dari dua dekade berlalu, saya masih mengingat dengan jelas setiap detail kejadian itu. Bukan untuk meratapi, melainkan untuk mengambil pelajaran berharga.
- Allah Maha Melindungi.
Tidak ada yang bisa menyelamatkan saya selain kasih sayang Allah. Jika bukan karena perlindungan-Nya, mungkin cerita hidup saya sudah berhenti di hari itu. - Kebandelan Bisa Berakibat Fatal.
Apa yang saya lakukan murni kesalahan saya. Sebagai anak kecil, rasa iseng dan bandel seringkali mengalahkan logika. Dari sini saya belajar untuk lebih berhati-hati, tidak gegabah, dan selalu memikirkan akibat sebelum bertindak. - Kekuatan Mental Sejak Kecil.
Meski tubuh sakit, saya berusaha kuat. Saya tidak menangis, saya memilih menahan rasa sakit itu. Ternyata, pengalaman itu membentuk saya menjadi pribadi yang lebih tangguh menghadapi cobaan hidup. - Kasih Sayang Keluarga Sangat Penting.
Meski pengendara motor meninggalkan saya, keluarga tetap ada untuk merawat dan menenangkan. Dari sini saya belajar arti penting rasa peduli dan perhatian, terutama kepada anak-anak.
Refleksi untuk Anak dan Generasi Berikutnya
Kini, sebagai seorang ayah, pengalaman itu saya jadikan pengingat berharga. Saya tidak ingin anak-anak saya mengulang kebandelan yang sama. Saya selalu berusaha mengajarkan mereka untuk berhati-hati, patuh pada aturan, dan tidak main-main dengan sesuatu yang berbahaya.
Kisah ini memang menyakitkan, tapi justru menjadi bagian penting dari pembentukan karakter saya. Dari sini saya belajar arti syukur, arti sabar, dan arti tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Penutup: Luka yang Jadi Pelajaran Hidup
Kejadian saat saya terlindas motor di kelas 4 SD adalah salah satu pengalaman paling pahit dalam hidup saya. Tapi di balik kepahitan itu, ada pelajaran manis yang bisa saya ambil. Bahwa Allah selalu melindungi, bahwa setiap kebandelan ada risikonya, dan bahwa keluarga adalah tempat terbaik untuk kembali saat kita terluka.
Meski perih, saya bersyukur pernah mengalami kejadian itu. Karena tanpa pengalaman tersebut, mungkin saya tidak akan tumbuh menjadi Rahmat Faisal yang kuat, mandiri, dan penuh rasa syukur seperti hari ini.
Optimasi SEO
Kata Kunci Utama:
- Kisah pahit masa kecil
- Pengalaman kecelakaan anak SD
- Kepala terlindas motor selamat
- Rahmat Faisal kisah inspiratif
- Belajar dari pengalaman pahit
Meta Deskripsi (SEO):
“Kisah nyata Rahmat Faisal saat kelas 4 SD mengalami kecelakaan mengerikan: kepala terlindas motor namun selamat dengan kuasa Allah. Sebuah pengalaman pahit penuh hikmah yang menjadi pelajaran berharga hingga dewasa.”
#KisahInspiratif #PengalamanPahit #KecelakaanAnak #RahmatFaisal #MotivasiHidup #PelajaranBerharga #KisahNyata #SyukurNikmat #HidupAdalahUjian #PersonalBranding

