Malam itu, Sebuah Film dan Surat Ajaib | by Amalya Zulfa Azzahra Sidik Permana | Nov, 2025

Pernah nggak sih kamu ngerasa jadi orang yang “terlalu baik” di lingkungan yang salah? Akhirnya kamu jadi orang yang berbeda dan takut untuk melangkah? Pada cerita kali ini aku mau sharing pengalaman aku nonton film animasi korea yang vibesnya mirip ghibli dan cantik banget.
Awalnya aku dan temen cuma pengen healing aja nonton film biar kepala agak adem setelah seminggu penuh kerjaan dan tugas. Tapi karena jadwal kita tabrakan terus, satu-satunya waktu kosong malah malam hari. kita sempet ragu: “Duh, nonton malem, nanti malah ngantuk atau nggak fokus lagi.” Tapi akhirnya kita tetep berangkat juga, dan ternyata pilihan itu nggak salah sama sekali. Soalnya Your Letter berhasil bikin kita diem, reflektif, Salting dan agak mellow.
Your Letter, Film ini adaptasi dari webtoon populer karya Cho Hyun-ah dan disutradarai oleh Kim Yong-hwan. Ceritanya tentang So-ri, siswi pindahan yang punya hati besar tapi malah dijauhi karena kebaikannya. Suatu hari, dia nemu surat misterius di laci mejanya dan dari sanalah semuanya dimulai. Satu surat nuntun dia ke surat berikutnya (asli kayaknya seru deh kalo dicoba), sampai akhirnya membuka kisah masa lalu yang nyentuh banget. Ceritanya sederhana tapi dalam, kayak surat buat siapa aja yang pernah ngerasa sendirian atau disalahpahami. So Ri, Dong soon, and Ho Yeon my fav character. Jadi ngebanyangin gimana kalo beneran ada pertemanan kayak mereka (Pengen juga dapet surat dari Ho Yeon T_T)
Yang aku suka, Your Letter punya visual yang cantik banget. Animasinya lembut, warnanya kalem, rill vibes ghibli yang fantasy and dreamyyy dan tiap adegan terasa penuh emosi. Ada nuansa khas Korea yang kuat realistis tapi tetap punya aura magis. Suara uri Lee Su-hyun eonni(AKMU) sebagai So-ri juga pas banget, bikin karakter So-ri berasa nyata dan gampang banget bikin simpati. Tapi jangan harap film ini heboh atau penuh aksi ya. Your Letter justru pelan dan tenang, kayak ngajak kita duduk, tarik napas, dan ngerasain tiap emosi yang lewat. Musiknya juga bikin suasana makin dapet kadang hangat, kadang mellow, tapi semuanya pas. Fix semua masuk playlist musik aku :). Aku sempet mikir, “kok bisa film sesederhana ini bikin hati sesek?” Tapi begitu masuk ke bagian akhir, semua potongan puzzlenya nyatu, dan pesan yang dibawa So-ri terasa banget: tentang keberanian, empati, dan makna kebaikan yang nggak selalu butuh pengakuan.
Film ini mungkin cuma cerita tentang seorang gadis dan surat misterius, tapi di balik itu ada pelajaran besar tentang kebaikan, kesabaran, dan cara menghadapi ujian hidup. Aku jadi keingat kisah Nabi Yusuf, yang juga pernah disalahpahami dan dijauhkan oleh orang-orang yang seharusnya menyayanginya. Tapi beliau tetap sabar, tetap baik, dan justru Allah angkat derajatnya lewat ujian itu. So-ri di film ini juga begitu kebaikannya sempat bikin dia tersakiti, tapi akhirnya justru jadi jalan untuk menemukan kedamaian dan makna. Atau kisah Nabi Musa, yang awalnya merasa kecil di hadapan Fir’aun tapi tetap berani maju karena yakin ada kebenaran di pihaknya. Seperti So-ri, keberanian untuk tetap jujur dan baik di tengah lingkungan yang keras bukan hal mudah, tapi itulah ujian iman kecil dalam versi modern.
Kadang kita lupa, bahwa kebaikan nggak selalu langsung dibalas, tapi nggak pernah sia-sia. Mungkin itu juga maksud dari “surat” yang So-ri temukan semacam simbol bahwa setiap kebaikan yang kita kirimkan, cepat atau lambat akan sampai pada tempat yang seharusnya.
Pokoknya recommended buat yang mau nonton heheh, sampai sini dulu ya ceritanya, sampai jumpa di cerita selanjutnya.

