Lahir di Antara Tangis Bahagia dan Tawa Misterius: Awal Kisah Rahmat Faisal | by A Rahmat Faisal | Aug, 2025

Di sebuah sudut kampung kecil bernama Kampung Dua, Jakasampurna — Bekasi Barat, lahirlah seorang bayi lelaki mungil, di sebuah rumah sederhana yang berdiri persis di depan Masjid Al Barkah Assafiiyah. Dini hari itu, langit tampak sepi, angin seperti menahan napas, dan bumi menyambut kelahiran dengan keheningan yang penuh makna.
Bayi itu menangis keras, seperti menandai kedatangannya ke dunia yang belum ia kenal. Tangisnya disambut isak bahagia — sebuah luapan cinta dari sepasang manusia bernama Sucipto dan Ratna Wati, yang akhirnya resmi menjadi “Bapak dan Ibu.”
Awalnya, sang ayah memberinya nama Septianto — nama yang barangkali mencerminkan harapan dan waktu kelahirannya di bulan September. Namun, takdir berkata lain. Nama itu kemudian diganti oleh sang Ibu dan Tante, menjadi nama yang kini saya sandang seumur hidup: Rahmat Faisal.
Sebuah nama yang kelak akan melalui banyak hal: kebahagiaan, kehilangan, perjuangan, dan kebangkitan.
Malam itu tidak hanya menyimpan kisah bahagia. Ibu saya masih sering mengenang satu hal yang membuatnya merinding — suara tawa lirih dari luar rumah, katanya mirip suara yang sering dikaitkan dengan sosok kuntilanak. Mungkin hanya mitos, atau bisa jadi semacam pertanda bahwa hidup saya akan penuh warna, antara gelap dan terang, antara misteri dan makna.
Saat masih bayi dan mulai tumbuh, saya dikenal dengan nama panggilan yang cukup unik: Samson. Tubuh saya gemuk, kulit saya legam, dan tubuh saya dipenuhi bulu-bulu halus yang membuat banyak orang gemas dan tertawa setiap kali melihat saya.
Panggilan itu bukan ejekan — justru penuh kasih dan canda dari orang-orang sekitar yang menyayangi saya. Masa kecil saya diliputi oleh kehangatan: cinta dari Ayah dan Ibu, serta pelukan hangat dari Kakek dan Nenek yang selalu menjaga dan memanjakan saya.
Saya tumbuh bukan di rumah mewah, tapi di rumah yang penuh cinta. Dan di sinilah, kisah saya dimulai…
(Bersambung ke kisah masa kecil dan kenangan manis di Kampung Dua…)
“Saya percaya, setiap manusia lahir membawa kisahnya masing-masing. Ini bukan sekadar catatan tentang kelahiran, tapi tentang awal mula sebuah perjalanan panjang bernama hidup.”
#rahmatfaisal #arahmatfaisal #arf #rfmc #rahmatfaisalmediacenter #historyofrahmatfaisal