Is it true that I only need space? | by Brightest Star | Aug, 2025

1755508458 bc1f8416df0cad099e43cda2872716e5864f18a73bda2a7547ea082aca9b5632.jpeg

One of the things I truly dislike in life is being in a situation where I feel that things are not going according to my plan.

Even though I know that there may be a better plan ahead of me — one that has been planned by God — my feelings of frustration and worry are still valid, right?

Tahun 2025 sudah mulai masuk bulan kedelapan, bohong jika saya mengatakan bahwa diri ini “baik-baik saja”, sebab rencana yang saya susun untuk melewati sisa tahun ini hancur lebur tidak ada sisa. Amarah saya makin membuncah, ketika mengetahui dengan kondisi yang sama tapi hasil akhir berbeda. Pertanyaan-pertanyaan tentang kelayakan dan kesalahan muncul silih berganti. Pun, saya semakin membenci diri ketika menyadari ketidakberuntungan ini, walau saya juga menerka-nerka, untuk apa saya ditempatkan pada kondisi yang serba tidak memungkinkan ini?

In this situation, all people around me told that it’s a sign to take a rest. I know very well that there are times when the weight of everything feels like too much, or when the world feels too loud and crowded. And I just want to run far away from it all. It feels like wanting to escape the feeling of being stuck and overwhelmed by everything and nothing at the same time.

Tapi, kalau boleh jujur saya nggak mau. Saya nggak mau lari dari keadaan yang memuakkan ini. Saya ingin hidup di dalamnya.

Because the goal is not to get rid of fear. But to live with it, to know that it’s there but can no longer take control.

Sampai kemudian saya menyadari bahwa saya hanya manusia biasa yang punya batas tertentu untuk menerima sesuatu. Siapa saya coba kan, merasa kuat dalam menerima semua perasaan? Momen ini seolah menjadi pengingat jika hidup yang saya jalani itu nyata. Iya, saya akhirnya bisa sampai pada momen kalau kuat itu tidak selalu tentang terus berjalan tanpa henti, melainkan juga memberi jeda pada diri untuk lebih bisa berpikir rasional dalam menentukan langkah selanjutnya.

Life is beautiful and messy complicated, and sometimes it doesn’t look the way you think it’s supposed to look, and that’s okay — The Life List (2025).

Kutipan film yang saya tonton di Netflix, hasil dari itu saya tonton dari Netflix yang dibelikan oleh teman beberapa menit lalu. Saya pilih random saja sebenernya, tidak pernah menyangka bahwa isinya se-meaningful itu. Lewat kutipan itu saya belajar bahwa menerima kelemahan bukan berarti menyerah, melainkan mengakui batasan diri tanpa perlu memberikan tekanan secara berlebih.

Iya, saya jadi berpikir mungkin saat ini bukan jawaban atau solusi cepat yang saya perlukan, melainkan kesabaran dalam proses bertumbuh mencapai mimpi yang sudah saya pupuk sejak lama. Untuk sekarang, mungkin yang perlu saya lakukan adalah berjalan perlahan dengan penuh kesadaran. Mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya luput dari jangkauan menjadi sesuatu yang saya kerjakan. Pada ketidakpastian dan kekacauan ini, saya jadi menemukan diri saya yang lain. Saya juga jadi belajar mengartikan banyak hal dalam proses pendewasaan diri.

Kembali lagi ke pertanyaan yang saya ajukan dalam judul, do I need a space? Yes, I do! I need a space to breathe, reflect, and heal — yea, it’s not just a physcial one, but mental and emotional space. I realize that steeping away from the noise and chaose is exatly gelps me regain clarity and strength. It’s giving myself permission to pause, reset, and come back stronger.

Growth doesn’t happen in constant motion, it happens in moments of stillness too.

Momen ini juga mengingatkan saya pada perjalanan hidup selama tiga tahun terakhir yang berhasil membawa saya menaiki tangga untuk mencapai cita. Sesuatu yang awalnya saya kira tidak berjalan sesuai dengan harapan, ternyata membawa saya lebih banyak menemukan berbagai keajaiban. Mengikuti tanda itu, saya berdoa, pada ruang ini diberikan keajaiban lagi untuk mendatangkan hal besar lainnya.

Buat kamu yang mungkin juga sedang mengusahakan banyak hal baik dalam hidup, namun merasa tidak menemukan kemudahan, ingat bahwa kamu nggak sendiri ya! Saya percaya kalau kamu punya cerita dan tantangan yang membuat kamu merasa enggan dan berat dalam melangkah. Mari kita meletakkan kepercayaan pada kehebatan mimpi, serta berbagai uluran tangan yang dikirimkan Tuhan. Mudah-mudahan momen ini membuat diri saling belajar, bertumbuh, serta menemukan kekuatan yang mungkin saja tersembunyi sangat jauh di dalam sana. Cheers!

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *