Grandma’s Question. Kalo dikenalin ke orang tua pacar udah… | by identified as salmon | Aug, 2025

1754774722 bc1f8416df0cad099e43cda2872716e5864f18a73bda2a7547ea082aca9b5632.jpeg

Banyak yang bilang, kalau kita sudah dikenalkan ke orang tua pasangan, maka kita sudah berada satu langkah di depan pacaran — pacaran tingkat dua mungkin?

Dia pertama kali bertemu dengan nenekku ketika kami ingin melaksanakan tes masuk perguruan tinggi kedinasan. Aku memutuskan untuk pergi bersamanya karena hanya dia yang aku kenal dan aku tidak mau sendirian dan terlihat bodoh. Karena lokasi tes dekat dengan rumah nenekku, aku memilih untuk menginap di sana.

Jujur aku takut mengenalkannya ke nenekku, mengingat nenekku punya pengalaman buruk dengan orang yang satu suku dengannya — yah, stereotip orang tua. Namun, sepertinya dia mendapat pengecualian.

Sejak aku mengenalkannya dengan nenekku, nenekku sering menanyakan mengenai dia setiap kami bertemu, mulai dari kabarnya hingga apakah dia balik ke Pekanbaru atau tidak. Satu hal yang nenekku tidak tahu, yaitu hubungan kami telah berakhir.

“Kemarin balik ke Pekanbaru bareng dia?”

“Eh…anu, engga — kami udah…”

Aku tidak mengira bahwa nenekku akan bertanya mengenai hal itu sehingga jawabanku terbata-bata. Namun, nenekku menunggu jawabanku sambil melihat ke mata ku.

“Kemarin pas aku pulang, dia masih ada urusan di sana, Nek. Jadi ga bisa balik ke Pekanbaru bareng.”

“Oh gitu.”

Aku terdiam, mengingat nenekku masih menanyakan mengenainya sembari aku juga takut memberitahu nenek bahwa hubungan kami telah berakhir. Aku tidak tahu harus bagaimana ketika aku ingin mengenalkan pasangan baruku — ketika ingin menuju ke langkah yang serius, tetapi yang nenekku lihat bukan dia, melainkan orang lain.

Mungkin dari situ aku sadar, bahwa dia sangat spesial dahulu, sampai aku mengenalkannya tidak sampai ke orang tuaku saja, tetapi sampai ke orang tuanya orang tuaku.

Sial.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *