Cerita Saya, Kemas Dramatis Tak Masuk Logika | by gematitan | Nov, 2025

“Cerita kita takkan seperti di layar layar kaca” melodi indah yang mengalun di malam ulang tahun ku yang ke 21. Bukankah benar, layar kehidupan dunia ini terlalu nyata untuk seorang aku yang banyak mimpi-mimpi semu? Imajinasi, khayalan, fantasi terlalu banyak melingkupi pikir dikala malam gelap tiba. Hidup dipaksa menjadi dewasa, ketika raga ini mulai begah dengan kehidupan memuakan yang mengharuskan memikul beribu ekspektasi ibu. Setidaknya aku bangga, ibuku menaruh harap karena beliau mempercayai aku bisa, pasti bisa.
“Bencana bencana di luar rencana” banyak sekali hal-hal yang tak ku inginkan akhir-akhir ini terjadi. Dulu aku merasa hidupku lurus sekali, selalu di permudah setiap jalanku, hingga aku sekarang sadar, hidupku ternyata ada kalanya terjal. Aku pernah bilang “Aku ingin menghabiskan jatah gagal ku biar aku bisa merasakan nikmatnya keberhasilan di masa muda itu”aku rasa tuhan mengaminkan doa ku. Jatuh, gagal, failed kata apa lagi yang bisa menggambarkan aku saat ini. Berapa kali aku gagal tes beasiswa itu? 5 kali? 6 kali? Entahlah rasa sakitnya sudah tak berasa, menjadi hal yang kupasrahkan akhir-akhir ini. Berapa kali aku gagal dalam perlombaan? 3 kali? Merasa gagal hanya di awal, saat ini aku rasa aku sedang berdamai dengan kegagalanku. Tentu bohong bila aku tak merasa sedih, tapi aku bisa apa? Berusaha? Sudah. Berdoa? Pun sudah. Sempat terbesit difikirku, tuhan jahat ya? Apa salahku? Aku terus bertanya, menyalahkan sang pencipta atas kegagalan ini pun pernah.
“Gemas romantis, tak masuk logika” rasanya lucu mendengarkan lantunan ini kembali menggama isi kamar, kapan ya? Di umur ini sempat terbesit untuk memiiki rasa-rasa romantis yang mampu menerbangkan kupu-kupu kecil dalam perutku. Apakah akan terjadi? atau malah menjadi fana? Kisah cinta, sambungan kata lucu yang sering ku dengar, bukan, bukan cita pada ibu, bukan pada bapak, atau bukan pada diri ku sendiri, tapi seorang pria tampan rupawan yang mampu membawa suka dikala duka tiba. Seseorang yang mampu menjadi pelindung dan pelipur lara. Khayalan, khayalan, khayalan dan kapan?
“Daur hidup akan selalu berputar” melodi indah kembali membawaku memori ku tersungkur. Kembali ke awal tahun, banyak sekali ha-hal yang ku alami setahun ini. Senang, sedih, bimbang, takut, marah, terkejut dan masih banyak lagi. Semua berputar kembali malam ini. Yang aku ingat di awal tahun, berakhir masa periode ku di himpunan, tak terasa sudah hampir Sembilan bulan aku melepaskan itu. Tentu ada rasa senang namun terbesit gemang. Tapi sudahlah semua telah berlalu, aku kini menjalani kehidupan yang kurasa tak kalah produktif. Ikut organisasi lagi, kerja, dan lomba. Walaupun hasil tak selalu memuaskan aku bangga bisa bertahan ditenggah gempuran. Kehidupan ternyata se kompleks ini. Menyenangkan semua orang merupakan perihal sulit, berakhir aku yang terlilit. Tapi aku tau tuhan selalu membantuku dengan tangan-tangan tak terlihat itu.

