Biasa.. biasa/bi·a·sa/ a 1 lazim; umum… | by fikmesmerizing | Nov, 2025

biasa/bi·a·sa/ a 1 lazim; umum
terbiasa/ter·bi·a·sa/ v sudah biasa
membiasakan/mem·bi·a·sa·kan/ v 1 menjadikan lazim (umum)
kebiasaan/ke·bi·a·sa·an/ n 1 sesuatu yang biasa dikerjakan dan sebagainya
Manusia senang dengan kata biasa, terbiasa, membiasakan atau kebiasaan; sudah familiar katanya. Termasuk aku.
Sampai akhirnya, aku mulai merasa janggal dengan kata itu. Menakutkan.
Pernah tidak kalian menyadari kalau rute panjang nan jauh yang perlu ditempuh lama-kelamaan terasa pendek dan dekat karena setiap hari dilalui? Kalau pernah, itu namanya terbiasa. Terbiasa dengan rute panjang dan jauh sampai akhirnya sudah tidak terasa begitu jauh atau bahkan terasa dekat.
Atau pernah tidak kalian begadang semalam suntuk 3 hari berturut-turut, lalu di hari berikutnya sudah tidak bisa tidur lebih awal? itu juga namanya terbiasa.
“Menakutkan darimananya?” Entahlah mungkin aku yang terlalu pengecut, aku takut terbiasa dengan hal-hal yang diluar kendaliku, aku takut terbiasa hidup mandiri, karena sejatinya manusia tetap butuh orang lain, tapi rasanya aku selalu merasa canggung, merasa cemas apabila harus melibatkan orang lain, “tidak usah, nanti merepotkan” “aku bisa sendiri, kayaknya dia lagi sibuk” dan beribu kalimat-kalimat yang berlalu-lalang tanpa henti di kepalaku.
“Lah, terbiasa kan bagus?” Benar, perilaku-perilaku baik yang dibiasakan dan akhirnya terbiasa merupakan tujuan dari setiap manusia di muka bumi ini, tapi bagaimana kalau aku tanpa sengaja, diluar kendaliku harus terbiasa dengan sesuatu yang sama sekali tidak aku inginkan? Terbiasa bergantung pada orang lain misalnya. Dulu sewaktu kecil ketika makan, aku terbiasa dengan bantuan ayahku memisahkan daging ikan dengan durinya sampai suatu hari, ayahku berhenti membantuku “belajar pisah sendiri, nanti kalau ayah tidak ada, siapa yang mau pisahkan?” begitu katanya. Di awal rasanya sulit, jari tertusuklah, kepanasanlah, ada duri yang ikut tertelan lah, sampai akhirnya aku jadi malas makan ikan. Menakutkan kan? Aku jadi malas memakan ikan hanya karena ayahku berhenti membantuku memisahkan daging ikan dari durinya. Hal sepele memang, tapi inilah bentuk nyata dari terbiasa.
Coba bayangkan, hal besar apa lagi yang bisa terjadi hanya karena terbiasa. Terbiasa cuma bisa bermakna dua; terbiasa dengan kebiasaan baik atau terbiasa dengan kebiasaan buruk. Dan itu cukup menakutkan, setidaknya bagiku.

