Beyond Right & Wrong. Rumi pernah mengatakan sesuatu yang… | by Ichsss | Oct, 2025

1761249782 bc1f8416df0cad099e43cda2872716e5864f18a73bda2a7547ea082aca9b5632.jpeg

Rumi pernah mengatakan sesuatu yang samar-samar kuingat.
“Out beyond ideas of right and wrong, I’ll meet you there.”

Aku tidak terlalu mengerti apa maknanya. Bahkan membaca buku-buku Rumi pun belum pernah. Aku tahu dia karena cukup dikenal oleh media Barat, meski dia seorang sufi Islam. Dan yang tidak lazimnya lagi — aku mengenalnya lewat musik.

Bukan, bukan dari nama El Rumi anak Ahmad Dhani.
Aku mengenalnya lewat The Voidz, band yang kusukai karena ada Julian Casablancas di dalamnya. Kamu bisa mendengar lagu Human Sadness, dan mungkin kamu butuh adaptasi terhadap nuansa aneh ala Julian jika ingin menikmati musik The Voidz. Tapi kalau kamu cukup sabar menunggu lagu itu bereaksi padamu, kamu akan menemukan Rumi di sana.

“Beyond all ideas of right and wrong, there is a field.
I will be meeting you there.”

Aku tidak tahu apakah aku memahaminya dengan benar, tapi untuk pertama kalinya, kalimat itu terasa hidup di dalam pengalamanku sendiri.
Aku memaknai penggalan kalimat itu bukan hanya tentang seseorang yang berusaha melampaui pertentangan antara benar dan salah,
tapi tentang sesuatu yang lebih dalam: bahwa kadang kita menilai sesuatu benar atau salah seakan-akan itu ruang absolut, bebas dari subjektivitas — tempat di mana segalanya terasa pasti.

Padahal mungkin tidak ada yang benar-benar pasti.
Benar dan salah hanyalah bentuk-bentuk yang kita beri pada sesuatu yang tidak kita pahami sepenuhnya.
Dan di luar semua itu, ada ruang di mana kita berhenti membela pandangan kita sendiri — ruang di mana ego melebur, dan manusia kembali hanya menjadi manusia.

Dan bagaimana jika setiap manusia yang berkonflik punya cukup kerendahan hati untuk melepas itu dan bertemu di mana mereka menjadi manusia utuh yang mau mengerti bahwa salah dan benar itu tidak penting lagi jika itu hanya membuat mereka melupakan kasih sayang satu sama lain karenanya.

Ya, seperti yang Rumi bilang, dia menunggunya di sana.
Mungkin dia yang menunggu adalah rasa yang diperlukan dan sering dihiraukan oleh manusia,
sehingga mereka membuang waktunya untuk benci yang mereka pelihara.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *