A Whole Distraction. Baru saja memulai hari tiba tiba… | by Alfira Arifin | Oct, 2025

1761547587 bc1f8416df0cad099e43cda2872716e5864f18a73bda2a7547ea082aca9b5632.jpeg

Baru saja memulai hari tiba tiba teringat satu kalimat di sebuah buku yang aku baca baru-baru ini “kita memang harus pandai memilih prioritas, meletakkan harapan pada yang kekal yang nilainya ngga cuma sampai pada dunia agar hidup punya makna lebih” sadar akan beberapa hal yang akhir-akhir ini terasa janggal, seperti gangguan yang terbungkus rapi namun tidak jelas, buram.

Kita sibuk melihat, tapi tidak benar-benar memperhatikan. Sibuk berucap, tapi tidak benar-benar paham. Sibuk melakukan sesuatu, tapi lupa akan makna.

Aku mulai berfikir seperti ada yang salah, aku terganggu.

Menariknya, tidak semua gangguan tampak seperti gangguan. Banyak di antaranya justru terlihat seperti sebuah kesempatan. Pekerjaan baru, validasi sosial, bahkan pencapaian yang tampak gemilang semua bisa jadi bentuk distraction jika kita mengejarnya hanya karena takut berhenti.

Karena berhenti berarti harus mendengarkan diri sendiri dan mendengarkan diri sendiri kadang menakutkan. Terlalu sunyi, terlalu jujur, terlalu nyata.

Menjadi tenang di dunia yang berisik adalah bentuk perlawanan yang lembut.

Bukan berarti kita harus meninggalkan semuanya, tapi belajar memilah. Mana yang benar-benar penting, mana yang hanya kebisingan. Terkadang, fokus bukan soal menutup gangguan tapi tentang memilih apa yang pantas untuk diberi perhatian. Karena hidup tidak akan pernah benar-benar sepi, tapi kita bisa memilih di mana hati kita tinggal.

Selamat hari Senin!

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *