2019.. Jasmine alba claudio, | by Jasmine claudio albani. | Nov, 2025

“ Sudah 9 tahun al bunda kamu pergi, nenek paham dengan perasaan kamu, tapi tindakan kamu untuk menghina siapapun yang ada di hadapan kamu, itu ga baik sayang, kita gatau ayah merasakan yang sama dengan kamu, atau tidak. Kita juga gatau seberapa banyak keluarga bunda nangis kehilangan anak tercinta nya, mungkin sama seperti kamu. “
Jasmine dengan rokok marlboro merah nya seperti acuh tak acuh dengan kata-kata yang di lontarkan mauren, mungkin kalo dia bisa ngomong depan mauren, dia bakal bilang
“ salah gue lagi? “
Jasmine terlihat memikirkan perkataan mauren di bait pertama, rasanya seperti di tenggelam dalam laut, diam namun menyakitkan
“ kalau nenek paham sama perasaan al, dan nenek paham kalau tindakan al gabaik, apa yang harus al lakuin? “
“ ada kala nya kamu tahu perasaan kamu terlebih dahulu, dari titik itu kamu paham apa yang harus kamu lakukan “
“ aku, aku ngerasa ayah ga sayang sama aku, mungkin kalo bunda masih disini, aku ga peduli ayah sayang aku, selena atau serina. Aku juga anak ayah, tapi kenapa ayah ga bisa ngertiin aku, kenapa ayah jarang nengokin aku disini, emang ayah sesibuk itu ne? “
“ kamu mirip bunda kamu al…“
Bagi Jasmine jawaban itu ga masuk akal, jelas bahwa Jasmine adalah anak Jocelyn, sudah pasti Jasmine adalah cermin bagi Jocelyn.
“ Dulu Jocelyn dan Harry, berharap banyak sama hubungan nya, Jocelyn, bunda mu cinta pertama nya. Harry selalu mengusahakan apapun buat hidup sama bunda mu al, karna ke egoisan Fabian soal derajat dan ke mewahan, hubungan Harry dan Jocelyn terancam, dengan keadaan Jocelyn di keluarga menengah, membuat Fabian berpikir bahwa Jocelyn tidak seharusnya datang di keluarga ini begitupun di kehidupan Harry, sampai akhirnya mereka terpaksa bercerai di umur kamu yang masih 2 tahun. Kepergian Jocelyn membuat ayah mu tertekan, pertumbuhan kamu saat ini, mengingatkan Harry terhadap Jocelyn. Bukan cuman ayah kamu, begitupun nenek. Kamu mengingatkan nenek terhadap Jocelyn, dari ujung rambut sampai ujung kaki, kamu mirip sekali dengan Jocelyn, itu alasan ayah mu membiarkan mu disini, kematiaan Jocelyn cukup menjadi tekanan batin dan luka yang cukup dalam bagi Harry, bukan karna ayah mu tidak sayang, bagi nya melihat kamu untuk saat ini, membuka luka lama, dia butuh waktu, al “
Jasmine diam dengan bahasa nya. Ia mengira bahwa di situasi ini hanya dia yang berduka, ternyata begitu banyak yang merasakan hal yang sama, rasanya saat mendengar penjelasaan dari Mauren, dia merasa bersalah kepada Harry, namun dia merasa marah terhadap Febian.
Pandangan Jasmine terhadap Febian semakin berubah, dimana sebelum nya, Jasmine merasa Febian cukup tidak adil memperlakukan dia di banding cucu nya yang lain, sekarang Jasmin memandang Febian adalah pria tua yang otak nya entah berantah, pria tua yang tidak layak hidup, pria tua yang seharusnya layak mendapatkan penyakit serupa dengan Jocelyn.
Kematian Jocelyn adalah salah Febian, jika Jocelyn masih bersama Harry pada saat itu, mungkin Jocelyn bisa melewati atau mendapatkan tretment terbaik untuk kesehatannya, namun karna Febian, takdir berubah menjadi gelap dan terasa menyakitkan.
Itulah yang di pikirkan Jasmine. Tetapi, bagaimana pun Jasmine mengumpat, keadaan juga gabakal berubah, kata-kata sampah yang bisa dia berikan kepada Febian pun hasilnya akan sia-sia, dengan karakter yang selalu benar di otak Febian, hanya membuang-buang waktunya saja.
Malam yang seharusnya sunyi dan dingin, menjadi malam yang bising dan panas, rasanya kaya marlboro putih.
Nyegrek!

